Melanjutkan pendidikan
sampai jenjang sarjana adalah keinginan banyak orang, tak terkecuali
saya. Saya lulus SMA tahun 2002. Sebagaimana umumnya setelah lulus
SMA pasti ingin untuk lanjut kuliah. Namun karena kondisi ekonomi
keluarga yang tidak memungkinkan, saya memutuskan untuk bekerja.
Kemudian saya mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik elektronik di
Bekasi. Ketika saya baru masuk kerja, orang tua meminta saya daftar
di Universitas Terbuka. Akhirnya saya menurutinya dan saya mendaftar.
Pun saya mengikuti kuliah di UT dengan cara yang tidak biasa bagi
saya yaitu dengan sistem jarak jauh, dimana saya kuliah hanya dengan
membaca modul, untuk memperkaya materi mengikuti Kelompok Belajar,
setelah itu mengikuti Ujian Akhir Semester. Ketika mendapatkan nilai
Indeks Prestasi, saya mendapatkan IP dibawah 2,50, bahkan semester
selanjutkan saya mendapatkan IP dibawah 2,00, sampai akhirnya saya
memutuskan untuk mengundurkan diri dari UT, karena saya pikir sangat
susah kuliah di UT.
Pada tahun 2004, saya
diterima di Politeknik Negeri Jakarta atau yang lebih dikenal dengan
Politeknik UI pada jenjang Diploma 3 Program Studi Perbankan, hingga
akhirnya saya lulus tahun 2007. Tiga tahun setelah lulus kuliah,
tepatnya tahun 2010, saya berkeinginan untuk melanjutkan kuliah ke
jenjang s1. Kemudian saya mencari informasi mengenai kampus yang akan
saya daftar. Saya searching di internet nama-nama kampus. Pertama
saya mencari informasi tentang Universitas Indonesia, karena UI
merupakan kampus yang satu area dan juga dulunya merupakan kampus
induk tempat saya kuliah, disini ada program lanjutan dari program D3
yang dikenal dengan program ekstensi. Saya cari mengenai biaya
kuliahnya namun sangat mahal bagi saya, akhirnya saya urung mendaftar
di UI.
Saya juga mencari
informasi ke beberapa kampus swasta, antara lain Universitas
Trisakti, Universitas Bina Nusantara, Universitas Mercubuana,
Perbanas, serta kampus swasta lainnya, namun lagi-lagi masalah biaya
yang menjadi kendala bagi saya, sehingga akhirnya tidak ada kampus
swasta manapun yang didaftar. Kemudian saya teringat dengan UT,
akhirnya saya mencoba buka situs UT. Saya lihat tampilan situs UT
menarik, kemudian saya cari program studi yang ada dan biaya kuliah.
Namun ada hal baru dari UT yaitu ada tutorial online. Pun pertanyaan
muncul, apa mungkin saya kuliah di UT (lagi) ? mengingat pengalaman
kuliah di UT setelah lulus SMA. Akhirnya saya memutuskan untuk
mendaftar di UT karena saya melihat biaya kuliah di UT murah.
Selama kuliah di UT, saya
merasakan UT sekarang berbeda dengan UT waktu tahun 2002 lalu. Ada
tutorial tatap muka, dimana layaknya kuliah reguler ada seorang
pengajar yang disebut tutor, memberikan materi dan ada tugas.
Disamping itu ada tutorial online, yang terdapat didalam situs UT,
dimana kita bisa mengikuti tutorial dengan menggunakan internet. Sama
halnya dengan tutorial tatap muka, tutorial online berisi materi yang
dikirim oleh tutor, selain itu juga ada tugas. Dari dua jenis
tutorial tersebut, saya merasa sangat terbantu dalam menjalankan
kuliah, apalagi dengan kesibukan bekerja, dengan adanya tutorial
online saya bisa belajar di kantor. Saya mendapatkan IP yang baik
setiap semesternya dan saya sekarang merasa yakin bahwa saya bisa
kuliah di UT.
"Tulisan ini dibuat
untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka
memperingati HUT Universitas Terbuka ke-30. Tulisan adalah karya saya
sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“
Tidak ada komentar:
Posting Komentar